Jerawood, Bisnis Limbah Kayu yang Sukses di Tengah Pandemi

Ternyata, bisnis juga bisa dirintis pada masa pandemi Covid-19 lho, Superfriends. Hal inilah yang sudah dilakukan oleh Alterga Edi Tri Anggoro, founder Jerawood, bisnis kerajinan limbah kayu di Kota Magelang. Berikut cerita inspiratif lengkapnya!

Jerawood, Bisnis Limbah Kayu yang Sukses di Tengah Pandemi

Dilansir laman Kompas, Erga mengaku, bisnisnya yang bernama Jerawood ini baru dirintis saat pandemi Covid-19, setelah 6 bulan melakukan riset dan pengembangan. Meski begitu, ia mengaku sempat mengurungkan niatnya menjajakan produk ketika pandemi pertama kali menyerang Indonesia pada Maret 2019 silam, Superfriends.

Rezeki memang nggak kemana, speaker salah satu produk olahannya, ternyata disambut baik di pasaran. Banyak pelanggan yang justru membeli produk Jerawood itu saat pandemi. Menurut Erga, masyarakat membutuhkan speaker untuk bekerja atau hanya untuk hiburan saat work from home (wfh), Superfriends.

Buat menambah basis pelanggan, Erga memasarkan produknya melalui media sosial Instagram dan marketplace sembari mengamalkan ilmunya sebagai web developer internet marketing. Kini, produk Jerawood sudah tersedia di 3 e-commerce dan di workshop gallery-nya, lho.

Produknya pun tersedia di galeri UKM Pasar Kotagede dan Bandara Yogyakarta International Airport, Kulon Progo. Biar makin terinspirasi, lo bisa simak cerita menarik Erga merintis Jerawood di masa pandemi berikut ini, Superfriends!

Berawal dari Hobi

Jerawood, Bisnis Limbah Kayu yang Sukses di Tengah Pandemi

Image source: instagram.com/jerawood.id

Ternyata, bisnis ini awalnya digeluti Erga dari hobinya membuat kerajinan tangan (do it yourself/DIY) lho, Superfriends. Niat bisnisnya semakin terbentuk ketika ia melihat peluang dari kayu-kayu nggak terpakai yang menjadi limbah pabrik mebel.

Di sisi lain, pabrik mebel tentu sangat merasa terbantu, karena limbah kayu ini bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang yang memiliki nilai tambah, ketimbang dibuang atau paling-paling menjadi kayu bakar saja, Superfriends.

Erga pun mengolahnya menjadi berbagai produk elektronik sampai houseware dengan rentang harga Rp 25.000 hingga Rp 500.000. Produk kreasinya, bisa berupa speaker, jam meja, jam digital, jam tangan, kacamata dari kayu, houseware, dan kitchenware berupa talenan.

Merakit Sendiri Mesin Produksi

Jerawood, Bisnis Limbah Kayu yang Sukses di Tengah Pandemi

Image source: instagram.com/jerawood.id

Bahkan, kecintaannya pada bahasa pemrograman membuat Erga merakit sendiri mesin produksinya. Selain lebih hemat biaya ketimbang mengimpor mesin dari China, penggunaan mesin ini juga bisa mengotomasi pembuatan produk jadi lebih presisi, Superfriends.

Mesin yang digunakan yaitu mesin CNC (Computer Numerical Control), yakni CNC laser engraver, CNC router, dan CNC 3D printer. Erga mengungkapkan, kalau modal awal buat membeli berbagai macam alat dan belum termasuk lahan itu sekitar Rp 50 juta.

Jumlah ini bisa dibilang termasuk murah, karena ia menggunakan teknologi sendiri sebagai penunjang produksi, Superfriends.

Dilirik Gubernur Jateng

Penggunaan teknologi 4.0 dalam bisnisnya membuat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo tertarik melihat bisnis yang digeluti Erga, dari sekian banyak bisnis UMKM di Jawa Tengah, Superfriends.

Satu pesannya yang diingat Erga adalah terus berinovasi menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, Gubernur Jateng itu sangat mengapresiasi dan mendukung Jerawood, Superfriends.

Selain itu, Erga pun mengikuti program dari Dinas Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia kantor perwakilan (BI KPw) Jateng. Bisnisnya lolos kurasi dari dinas provinsi sehingga produknya dipasarkan pula melalui marketplace dinas terkait.

Sementara dari program BI KPw Jateng, Jerawood berhasil lolos kurasi dan masuk dalam nominasi 100 besar UMKM unggulan Jawa Tengah. Program BI ini membuatnya banyak belajar tentang capacity building dan kiat-kiat agar UMKM lokal mampu menembus pasar global, Superfriends.

Meskipun masih terbilang baru bisnis Jerawood ini sudah menghasilkan omset sekitar Rp 15-20 juta per bulan lho, Superfriends. Kalau lo penasaran sama produknya, lo bisa langsung cek instagramnya @jerawood.id.

 

Referensi: https://money.kompas.com/read/2020/11/04/072144826/dirintis-saat-pandemi-bisnis-limbah-kayu-ini-cetak-cuan-belasan-juta-rupiah?page=all#page2
In Depth Beginner Extreme solo traveling

10 COMMENTS

SHARE
SRI YAYA ASTUTI
memanfaatkan limbah untuk mengubah fumgsi
Indra wijaksana
Ide kreatif
agung
tq info ya
Bobi
Ide kreatif
Karlina
Mantappppp
Agus Sungkawa
menghasilkan omset sekitar Rp 15-20 juta per bulan
Karlina
Nice info
Bahar
Nice info
bahar22
Nice info
agung
tq info ya