Sistem Pendakian Gunung yang Umum Digunakan Pendaki, Apa Aja?

Mendaki gunung ternyata nggak hanya sekadar mempersiapkan fisik yang prima dan peralatan lengkap aja, tapi ada sistem pendakian gunung yang juga harus dipahami, Superfriends. Mau tau apa aja? Simak nih ulasannya!

Sistem Pendakian Gunung yang Umum Digunakan Pendaki, Apa Aja?

Buat yang suka mendaki, udah tau belum tentang sistem pendakian gunung? Ternyata, masih banyak pendaki yang belum menerapkan sistem pendakian ini, lho. Padahal, sistem ini bisa dibilang seperti kurikulum dalam dunia pendakian. Secara teori umum, ada dua sistem pendakian, yaitu Himalayan System dan Alpine System.

Tapi, kalau di Indonesia sendiri, kedua sistem tersebut nggak dipakai buat diterapkan dalam pendakian, karena emang gunung-gunung di Indonesia berbeda dengan gunung-gunung di luar sana. Sistem pendakian gunung sendiri bisa digunakan tergantung sama kondisi, situasi, dan keberadaan gunung.

Nah, kira-kira ada sistem pendakian gunung apa aja yang umumnya digunakan para pendaki dunia, ya? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Himalayan System

Sistem Pendakian Gunung yang Umum Digunakan Pendaki, Apa Aja?

Image source: forevervacation.com   

Sesuai dengan namanya, Himalayan System emang berkembang pada pendakian ke puncak-puncak pegunungan Himalaya. Himalayan System sendiri merupakan sistem pendakian gunung yang digunakan oleh pendaki dunia buat melakukan perjalanan pendakian yang panjang dan memakan waktu sampai berminggu-minggu.

Karena pegunungan Himalaya punya ketinggian menjulang di atas 8.000 mdpl dan gunung tertinggi di dunia yaitu Gunung Everest dengan ketinggian 8.848 mdpl, bukanlah tempat yang bisa dengan gampangnya dikunjungi.

Selain itu, perjalanan yang jauh dan panjang mengharuskan para pendaki untuk membuat beberapa camp buat bisa mencapai satu puncak. Beberapa tempat camp atau peristirahatan ini biasa disebut dengan istilah basecamp dan flycamp.

Pendakian dalam Himalayan System ini bakal dikatakan berhasil walaupun cuma satu anggota aja yang sampai ke puncak dan anggota lain masih berada di tengah perjalanan.

Alpine System

Sistem Pendakian Gunung yang Umum Digunakan Pendaki, Apa Aja?

Image source: whistler.com

Selanjutnya ada Alpine System, yang merupakan sistem pendakian yang berkembang di daerah pegunungan Alpen. Sistem pendakian Alpen ini punya tujuan yaitu semua anggotanya bisa mencapai puncak secara bersama-sama.

Sistem ini bisa dibilang lebih cepat daripada Himalayan System karena para pendaki nggak perlu lagi kembali ke basecamp, karena sistem perjalanannya dilakukan secara bersama-sama dengan terus maju membuka flying camp.

Tapi perlu lo pahami, kalau pegunungan yang dimaksud ini adalah pegunungan es Alpen. Jadi perlu persiapan yang benar-benar matang dan kerja sama yang baik dalam sebuah kelompok pendaki.

Menariknya, ternyata sistem ini juga sering digunakan dalam pendakian gunung di Indonesia, di mana para pendaki seluruhnya mencapai puncak gunung. Karena sekarang ini emang banyak yang melakukan pendakian sebagai kegiatan rekreasi, jadi wajar kalau menggunakan Alpine System karena semua anggota kelompok bisa mencapai puncak bersama-sama.

Indonesian System

Yang terakhir ada Indonesian System, adalah sebuah penggabungan antara Himalayan System dan Alpine System. Sistem pendakian inni pernah dilakukan pada tahun 2005 oleh PAMOR yang melakukan ekspedisi gunung TRIAS (Tambora, Rinjani, Agung, dan Semeru).

Pada waktu itu, para pendaki yang melakukan ekspedisi menamai pendakian tersebut dengan model pendakian marathon. Jadi, buat mengetahui penggabungan antara dua sistem sebelumnya adalah ketika para pendaki sedang melakukan perjalanan dengan kecepatan dan long march menggunakan sistem Alpen.

Selain itu, para pendaki tersebut juga sangat membutuhkan dukungan dari tim support dengan cara membuat basecamp menggunakan sistem Himalaya yang meminimalkan barang dan perlengkapan yang dibawa. Tujuannya sendiri adalah supaya bisa mendaki secepat mungkin dengan beban seringan mungkin, kemudian bisa turun kembali dengan selamat.

Itulah beberapa sistem pendakian yang umum digunakan pendaki lokal maupun dunia. Kira-kira lo udah ngikutin sistem tadi atau punya sistem pendakian sendiri, Superfriends?

 

Source: https://gendaki.com/artikel/sistem_pendakian_gunung_yang_ada_di_indonesia
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

9 COMMENTS

SHARE
bahar22
Nice info
Bahar
Nice info
Karlina
Nice info
Bimo Waskito
Hima layan system perlu waktu yg lama sii
Aleksander Kadang Datu
Himalayan system belum pernah. Belum dapat grub yg mau nanjak kek gini.
Karlina
Nive info
Bahar
Nice info
Sumardiyono
Ttank infonya
Agung Sutrisno
Pendakian marathon