Penyebab dan Cara Mengatasi Altitude Sickness yang Sering Dialami Pendaki

Saat mendaki gunung ada banyak rintangan yang perlu lo lalui, termasuk altitude sickness. Penyakit ini disebut juga sebagai penyakit ketinggian. Di antara lo apa sudah tau tentang salah satu mountain sickness ini? Apa lo termasuk orang yang pernah ngalamin juga?

Penyebab dan Cara Mengatasi Altitude Sickness yang Sering Dialami Pendaki

Mountain sickness atau penyakit gunung punya banyak macam. Mungkin di antara lo sudah tahu banget tentang hipotermia. Penyakit ini memang paling terkenal di kalangan pendaki gunung. Tapi apa lo pernah dengar penyakit ketinggian atau altitude sickness?

Nggak perlu mendaki gunung paling tinggi seperti Gunung Jaya Wijaya biar penyakit ini kambuh. Karena mau gunung rendah atau tinggi, penderita bakal ngalamin ketakutan tersebut. Ada tiga variasi altitude sickness, diantaranya Acute Mountain Sickness (gejala paling umum), High Altitude Cerebral Edema (otak mulai membengkak), dan High Altitude Pulmonary Edema (waktu paru-paru mulai terisi cairan).

Apa aja penyebabnya dan gimana cara ngatasin altitude sickness? Simak informasinya di bawah ini Superfriends.

Penyebab Altitude Sickness

Penyebab dan Cara Mengatasi Altitude Sickness yang Sering Dialami Pendaki

Image source: https://basecamptraining.com

Semakin tinggi gunung maka tekanan udaranya semakin berkurang. Waktu altitude sickness kambuh, tubuh bakal bereaksi karena oksigen berkurang. Padahal tekanan udara tergantung pada berat udara di atas lo, inilah alasan kenapa ketinggian yang lebih tinggi punya tekanan udara lebih rendah. Dan seringkali jadi penyebab utama seseorang bisa kena penyakit ketinggian.

Gejala dan Cara Ngatasin Altitude Sickness

Penyebab dan Cara Mengatasi Altitude Sickness yang Sering Dialami Pendaki

Image source: https://blog.tugo.com/

Tiap orang yang mengalami penyakit ini punya gejala berbeda-beda sesuai dengan variasi. Buat varian pertama Acute Mountain Sickness biasanya muncul mual, kelelahan, lesu, hilang selera makan, sampai sulit tidur. Tapi bisa sembuh dengan sendirinya, istirahat cukup di tempat yang lebih rendah.

Kalau varian kedua High Altitude Cerebral Edema karena adanya pembengkakan otak. Akan timbul gejala kebingungan dan hilang keseimbangan tubuh. Segera bawa ke tempat yang lebih rendah lalu panggil bantuan medis. Sedangkan untuk varian terakhir High Altitude Pulmonary Edema, muncul gejala awal kayak sesak nafas disertai batuk kering.

Kemudian muncul tanda paru-paru terisi cairan seperti sesak nafas, kelelahan yang berlebihan, dan batuk basah. Segera bawa orang tersebut ke dataran lebih rendah, kemudian panggil bantuan medis. Kalau terlambat ditangani akan menyebabkan kematian.        

    

Pencegahan Altitude Sickness

Penyebab dan Cara Mengatasi Altitude Sickness yang Sering Dialami Pendaki

Image source: https://www.hendriagustin.com/

Kuncinya adalah bawa ke tempat yang lebih rendah sehingga tubuh bisa menyesuaikan diri saat tekanan udara berubah. Atau biasa yang disebut aklimatisasi. Karena hanya lo doang yang paham kondisi tubuh sendiri, batasi mendaki gunung sesuai kemampuan.

Misalnya sehari lo hanya bisa mendaki sampai ketinggian sampai 1.000 mdpl saja. Nggak usah memaksakan kehendak dan segera beristirahat. Minta sama satu kelompok mendaki agar mengerti kondisi lo. Jangan sampai kejadian yang nggak diinginkan terjadi.

 

Source: https://survivalalam.blogspot.com/2017/02/mengobati-penyakit-ketinggian.html
Extreme Action Beginner Extreme solo traveling

17 COMMENTS

SHARE
SRI YAYA ASTUTI
Pencegahan Altitude Sickness
DEVI TRI HANDOKO
Mountain sickness
Ivan harnawan
Info yang bermanfaat. . .
Rull
Nice infooo
Sumardiyono
Tanks infonya
Karlina
Nice info
Agus Sungkawa
Nice informasi
Karlina
Nice info
Shutter
nice info lurr..
Umar
nice info.