Tinggalkan Tongkat Pancing, Ayo Beralih Ke Tombak Sekarang!

Tinggalkan Tongkat Pancing, Ayo Beralih Ke Tombak Sekarang! Mancing itu biasanya diasosiasikan dengan kegiatan buat orang malas. Ya gimana nggak? Habis lempar umpan, kitanya tinggal duduk nunggu ada ikan yang cukup bodoh untuk menelan umpan itu dan kesangkut di kail. Kalau buat orang yang ingin latihan sabar, mancing pasti kegiatan yang pas banget. Tapi kalau buat yang cari tantangan? Jangan deh!

Eh, tapi kalau misalnya si tongkat pancing ini diganti jadi tombak gimana ya?

Jadi, bayangin kamu berenang bareng sama ikan-ikan di dalam laut, tanganmu menggenggam sebilah tombak. Sambil tahan napas, kamu ditantang buat menentukan sasaran atau ikan mana yang mau kamu tombak. Bukan pekerjaan mudah tapi nggak ada yang bilang kerjaan ini cocok buat yang cuma nyari gampangnya aja kan?

Cara Tradisional yang Penuh Tantangan

dani ang

Menangkap ikan dengan menggunakan tombak emang cuma buat orang yang nyalinya nyampe, bro. Dan nggak sembarang orang bisa menguasai skill untuk menombak ikan dengan efektif. Salah besar kalau kamu sampai beranggapan begitu! Justru ini adalah skill yang diturunkan secara turun-temurun kalau di kalangan masyarakat tradisional. Dan lagi nggak semua orang juga bisa berpikir jernih dalam keadaan menahan napas di dalam air.

Dan belum tentu dapet juga!

Bukan karena kamu berenang sama sasaran kamu terus langsung dapet ikannya, bro. Tugas kamu di sini nambah! Kamu harus memastikan keberadaanmu nggak disadari oleh si ikan, lalu cari momen yang tepat untuk menghujam kan tombak yang sudah di bawa ke tubuh ikan. Konsentrasi dan ketelatenan jelas jadi kunci utama di sini! Tambah ketahanan fisik juga karena kamu bakal menahan napas di waktu yang lumayan lama selama melakukan aktivitas ini!

Jadi respek nggak sih sama suku-suku nelayan yang terbiasa menangkap ikan dengan cara ini?

Ramah Lingkungan

Metode ini biarpun sulit, tapi sebenarnya sangat ramah lingkungan kalau dibandingkan dengan metode menangkap ikan yang lain seperti pukat harimau dan bom. Satu: nangkapnya nggak banyak-banyak amat. Dua: lingkungan terumbu karang nggak terpapar sama faktor perusak (pengecualian kalau kamu berenangnya sambil ngubek-ngubek polip dan sejenisnya. Itu beda kasus).

Tapi ya itu. Hasilnya sedikit kalau yang melakoni masih amatiran! Sering-sering saja mengasah kemampuan dan ikut kompetisi menombak ikan. Atau kalau niat, bisa juga ke daerahnya par suku nelayan dan tanya-tanya sama mereka.

SHARE
NO COMMENT YET, BE THE FIRST!