DEC 11, 2015

Goa Haji Mangku, Untuk yang Gak Punya Ragu!


Kepulauan derawan namanya kini kian melejit. Nggak cuma sebagai destinasi liburan yang menyenangkan karena punya Pulau Maratua dan Pulau Kakaban, kepulauan yang berada di timur Kalimantan ini sekarang juga menjadi  destinasi yang menantang.

DSC07634

Terutama untuk kalian-kalian yang suka caving, trekking atau bahkan freedive di dalam goa? Terdengar asik dan menantang bukan? Iya, menyelam dan freedive di laut lepas mungkin sudah biasa. Namun bagaimana jika diving di dalam goa yang seperti tanpa dasar?

DSC07643

Tenang, jangan takut dulu, karena goa ini sebenarnya adalah tempat yang keren sekaligus menantang yang ada di Pulau maratua. Omong-omong, kalian sudah pernah mendengar nama Goa Haji Mangku belom? Pastinya sih masih belum banyak tahu deh mengenai keberadaan goa keren ini.

Yak, Goa Haji Mangku, ini adalah salah satu tujuan bertualang yang menantang di Kepulauan Derawan. Tentunya buat kalian yang suka petualangan dan sedang berkunjung ke Derawan, jangan sampai tidak datang kesini.

DSC07656

Nama Goa Haji Mangku ini mulai terdengar ketika muncul di sebuah acara di televisi bertema traveling. Diperkuat dengan ulasan tentang keberadaan Goa Haji di sebuah travel blog milik travel blogger kawakan memperkuat keinginan saya untuk berkunjung kesini. Siapa sangka, ternyata hanya berselang satu tahun, saya akhirnya benar-benar bisa berkunjung ke goa ini.

Cara paling gampang untuk menuju Goa Haji mangku adalah menginap di Pulau Maratua terlebih dahulu. Entah mau menginap di guest house yang ada di pulau, atau menginap dengan kenyamanan lebih di Maratua Paradise Resort. Bisa juga, untuk yang suka dengan alam liar, mendirikan tenda di tepi pantai yang ada di Pulau Maratua.

Memang, lokasi  Goa Haji Mangku ini paling dekat dicapai dari Pulau Maratua jika dibanding dengan pulau lainnya seperti Pulau Derawan.  Dari maratua, Goa Haji mangku bisa dicapai dengan speed boat atau trekking lewat jalur darat di Pulau Maratua. Pun, meski dengan naik speed boat, tetap ada trekkingnya juga kok.

Waktu yang sudah ditentukan pun tiba, tepat menjelang siang hari, boat yang akan saya tumpangi sudah siap. Deru mesin mulai menyalak dari diam, dan sang kapten mulai menggerakkan kapal dengan perlahan. Dari Pulau Maratua, kira-kira akan memerlukan waktu sekitar 15 menit lagi sebelum merapat menuju trekking point, jalur menuju Goa Haji Mangku.

Disela perjalanan, sembari membunuh waktu, saya mulai menggali informasi mengenai keberadaan Goa Haji Mangku ini. Saya ingin tahu asal muasal dan bagaimana keberadaan goa ini mulai dikenal khalayak ramai. Tentu saya ingin tahu terlebih dahulu dong, sebelum menjajal freedive di Goa Haji Mangku ini.

“Pak, yang pertamakali menemukan goanya siapa ya?” Tanya saya dengan penasaran.

“Yang pertama kali menemukan pak Haji Mangku mas, sesuai dengan namanya gitu” Ujar pemandu lokal yang menemani saya berkunjung ke goa ini. “Kapan pertamakali ditemukan sih saya kurang tahu mas, tapi Goa Haji Mangku sendiri mulau ramai dikunjungi turis mulai tahun 2000-an. Apalagi sejak tayang di tv tuh”  tambahnya.

Dari sini saya mendapatkan gambaran yang cukup jelas. Sedikit-demi sedikit terkuak sudah kenapa goa dengan air yang begitu jernih, segar, dan berwarna kebiruan terkena sinar matahari ini diberi nama Goa Haji Mangku. Sudah jelas dong kalau nama itu diambil mentah-mentah dari nama penemunya, Bapak Haji Mangku. Nggak pake riset segala, pasti udah tahu asal muasal namanya!

Dari bapak pemandu saya juga mendapatkan informasi kalau untuk menuju Goa Haji Mangku sebenarnya ada dua cara. Yang pertama adalah lewat darat, naik mobil di jalanan yang ada di Pulau Maratua ke desa yang namanya Payung-Payung, lalu melanjutkan trekking ringan selama beberapa jam hingga sampai ke Goa.

Cara kedua untuk menuju ke Goa Haji Mangku adalah dengan naik speed boat atau perahu seperti yang saya lakukan (15 menit dari Maratua Paradise Resort), lalu dilanjutkan dengan trekking ringan selama kurang dari 10 menit lewat jalur penuh karang, baru saya bisa sampai ke dekat bibit Goa Haji Mangku.

Saya berharap punya waktu yang lebih banyak, jadi bisa mencoba berkunjung dengan cara pertama. Menikmati perjalanan, setapak demi setapak trekking menembus hutan, hingga akhirnya menemukan Goa Haji Mangku sebagai hadiah sebuah perjuangan. Namun, mengingat keterbatasan waktu, cara kedua sepertinya paling masuk akal.

Pun cara kedua adalah yang paling gampang, mungkin cara ini akan mengeluarkan lebih banyak biaya, karena harus menyewa kapal terlebih dahulu. Namun, biaya yang dikeluarkan sepertinya tidak akan terasa, ketika sudah sampai di dekat bibir Goa Haji Mangku.

Diawali dengan trekking ringan melewati jalur yang dipenuhi karang tajam, melewati hutan kecil dengan pepohonan rindang. Melangkahpun harus berhati-hati kalau tidak ingin kaki tergores karang tajam disana sini. Tidak terlalu lama hingga akhirnya bertemu dengan si Goa Haji Mangku.

Tepat di bibir goa, saya melongok kebawah. Terlihat jelas Goa Haji Mangku dengan airnya yang begitu jernih cenderung membiru. Dari atas, goa ini terlihat seakan seperti danau sempit tanpa dasar. Bahkan, cahaya pun kira-kira hanya bisa mencapai ke kedalaman tak lebih dari 3 meter. Selebihnya, hanyalah kesunyian, kegelapan abadi yang ada di dasar goa. Seram, tetapi mendebarkan dan menantang.

DSC07709

Ya, pun terlihat agak seram, menceburkan diri ke Goa adalah wajib, apalagi sudah jauh-jauh datang kesini. “Kapan lagi kalau nggak sekarang?”. Sebagai petualang, pantang menarik diri dan tidak mencoba. Lebih baik tidak datang sama sekali, daripada sekedar datang dan melihatnya saja.

Untuk turun ke dalam Goa Haji Mangku, pilihannya adalah dengan meloncat langsung dari bibir Goa Haji Mangku, atau turun perlahan lewat jalan yang ada di salah satu ujung goa. Untuk yang ingin merasakan ketegangan, dan adrenalin yang termpompa dahsyat, cobalah loncat dari atas. Untuk yang ingin lebih gampang, cobalah memilih turun perlahan lewat jalan menuruni karang yang ada disana.

DSC07746

“Byurr!” Perlahan tubuh mulai terendam air di dalam goa. Dingin dan segar menjadi satu ketika semua bagian tubuh sudah terendam dalam air goa yang ternyata adalah air asin ini. Dari sini saya bisa berenang melewati celah kecil dengan lebar kira-kira 2 meter, untuk menuju bagian goa yang lebih lebar dan nyaman untuk berenang.

DCIM102GOPROG0312412.

Awalnya saya merasa ragu, bulu kuduk pun mulai bereaksi. Pikiran mulai berimajinasi dengan yang enggak-enggak seperti, “Bagaimana jika tiba-tiba ada yang menarik kaki saya ke kegelapan abadi yang ada di bawah?”, “Bagaimana jika ternyata dibawah ada monster”, “Atau bagaimana…”.

Ah, sudahlah! Sudah nyebur juga, rugi kalau nggak lanjut! Yang penting nikmati dulu segar dan jernihnya air Goa Haji Mangku ini. Kini, saya menepis semua angan, ketakutan yang sebenarnya hanya ada di benak saya saja. Sekarang, lebih baik saya segera mencoba freedive di Goa Haji Mangku. Saya penasaran, ingin melihat dengan dua mata saya, ada apa sih sebenarnya di kedalaman Goa Haji Mangku yang ada di Pulau Maratua ini.

Kira-kira ada yang tahu?


Please login to comment
1 COMMENTS
Yayan Yuliansyah
January 19, 2018 at 8:54 AM

cakep gan !!!