MAY 25, 2018

15 Jenis Ular Ini Yang Harus Diwaspadai Saat Lo Berpetualang di Hutan

Kewaspadaan adalah salah satu hal yang penting saat berpetualang di manapun, termasuk di hutan lebat. Waspada akan 15 jenis ular yang berbahaya ini, ya!


Bro, hutan lebat Indonesia memang menyimpan berbagai keindahan. Namun, keindahan tersebut bisa menjadi sirna jika lo bertemu dengan 15 jenis ular yang harus lo waspadai saat berpetualang, nih. Penasaran ular apa saja? Sila simak bahasan kali ini, ya.

Indonesia adalah negara tropis dengan jenis hutan tropis yang paling lebat di dunia. Ciri-ciri hutan tropis adalah vegetasi yang lebat dan udara yang cukup lembab. Iklim seperti ini adalah iklim yang pas untuk banyak jenis ular berbisa.

Tahu nggak bro, kalau ternyata Indonesia adalah rumah bagi 450 spesies ular yang terbagi jadi berbisa dan nggak berbisa. Ular yang nggak berbisa bukan berarti nggak berbahaya lho bro, mereka bisa melumpuhkan mangsanya dengan lilitan yang super kencang dan bisa meremukkan tulang-tulangmu dengan ototnya yang kuat.

Nah untuk menghindari gigitan ular ketika lo berada di hutan, hindari area yang bersemak lebat dan tinggi, susunan batu yang menumpuk, dan jangan lupa pakai alas kaki yang benar. Ini dia beberapa jenis ular berbisa yang bisa ditemukan di hutan Indonesia.

Ular Cabe, Si Kecil Yang Bisa Melumpuhkan Saraf

Ular Cabe, Si Kecil Yang Bisa Melumpuhkan Saraf. Ular Yang Harus Diwaspadai Di Hutan. credit photo: fakta.co.id

Ular ini gampang banget dikenali yaitu dari pola kulitnya yang belang-belang berwarna hitam dan merah. Ukurannya lumayan kecil, paling panjang maksimal hanya sekitar 50 cm jadi lo harus hati-hati dan jeli untuk melihat lingkungan sekitar.

Bentuk kepalanya datar dan ekornya biasanya berwarna kuning keoranyean, makanya diberi nama ular cabe atau coral snake. Meski dikenal pemalu dan nggak suka menggigit, kalau sudah kesal, bisanya bisa berpengaruh terhadap kerusakan saraf manusia lho bro.

Lo bisa hindari ranting-ranting pohon kecil yang menjuntai mendekati kepala lo ya. Karena ular cabe ini bisa jadi tengah menggantungkan badannya di ranting kecil dipepohonan tersebut. Walau bentuknya yang menarik, tapi jangan sekali-kali lo berani untuk menyentuhnya mengingat bisa atau racunnya yang bsia melumpuhkan saraf.

Kalau sudah terkenal racunnya, yang bisa lo lakukan adalah pencet dan tekan dengan keras bagian tubuh yang tergigit, dan usahakan racun yang baru masuk ketubuh lo, untuk dikeluarkan lagi. Pijit bagian yang sudah mulai pegal ke arah gigitan pertama tersebut.

Ular Welang, Yang Mampu Melumpuhkan Otot

Ular Welang, Yang Mampu Melumpuhkan Otot - Ular Yang Diwaspadai Saat Di Hutan. credit photo: pecintahewan.id

Ular welang atau banded snake juga memiliki pola kulit yang belang-belang. Belangnya biasanya berwarna kuning-hitam dengan panjang ular bisa sampai 1 hingga 2 meter. Ular welang ini biasanya ngumpet di sawah atau di antara pohon bambu.

Kalau disentuh biasanya ular welang akan melindungi diri dengan memasukkan kepalanya ke lilitan badannya sendiri. Tapi kalau lo kena gigitannya yang berbisa maka gejala yang lo alami misalnya adalah bengkak, melemahkan otot, kehilangan kordinasi badan, dan menyebabkan gangguan pada pernapasan.

Kurang lebih sama dengan si ular cabe, kalau lo sudah digigit oleh ular welang ini, segara usahakan racun tersebut keluar dari tubuh lo. Jika tubuh lo sudah kehilangan keseimbangan, segara batalkan perjalanan lo dan lari ke rumah sakit terdekat.

Ular Kobra, Yang Bisa Meludahi Mata

Ular Kobra, Yang Bisa Meludahi Mata - Ular Yang Diwaspadai Saat Di Hutan. credit photo: yandex.ru

Ular kobra termasuk jenis ular yang paling berbisa di dunia. Kobra bisa hidup di persawahan hingga ke pemukiman semi-urban. Lo pasti tahu bentuknya kobra kayak apa karena gampang banget dengan ciri khas kepalanya yang bisa mengembang seperti sendok.

Tapi kalau sedang nggak mengembang mungkin akan sulit mengenalinya. Panjang ular kobra bisa mencapai 4 meter dengan warna kulit coklat hingga kehitaman. Black Spitting Cobra adalah jenis ular kobra yang bisa melontarkan bisa sejauh 4 meter dan biasanya diarahkan ke mata mangsanya. Sedangkan kalau digigit, bisa kobra akan mempengaruhi sistem saraf manusia.

Tidak banyak yang bisa dilakukan jika sudah tergigit atau tersembur dari racun ular kobra ini. Hal yang sudah pasti lo lakukan adalah pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan kan suntikan anti racun atau antibiotik dengan dosis tinggi.

Ular Hijau Mira, Viper Yang Bisa Meloncat Tinggi

Ular Hijau Mira, Viper Yang Bisa Meloncat Tinggi - Ular Yang Diwaspadai Saat Di Hutan. credit photo: telegraph.co.uk

Ular hijau ekor mira punya beberapa nama lain yaitu ular bangkai laut dan green pit viper. Ular ini juga punya kerabat dekat yaitu Malayan pit viper yang bisa dibedakan dari warnanya yang agak merah kecoklatan.

Sedangkan green pit viper warnanya hijau dengan ujung ekor yang agak merah. Keduanya punya bentuk kepala yang agak segitiga dan badan yang kekar ya bro, panjangnya rata-rata bisa mencapai 80 cm.

Hati-hati kalau lihat ular ini karena ia bisa lompat untuk menyerang mangsanya dengan bisa yang bisa merusak jaringan dan menyebabkan pendarahan.

Ular hijau ini biasanya berada di ranting-ranting pohon, menyamarkan tubuhnya sendiri di balik hijaunya dedaunan. Oleh karena itu, jika ada ranting pohon yang mengayun ke bawah karena keberatan sesuatu, jangan langsung lo sambar karena bisa jadi ada ular hijau di sana, bro.

Ular Sanca Keling, Yang Bisa Melilit Tubuh Lo

Ular Sanca Keling, Yang Bisa Melilit Tubuh Lo - Ular Yang Diwaspadai Saat Di Hutan. credit photo: metro.tempo.co

Walau tidak memiliki bisa atau racun yang mematikan, namun lilitan kuat dari Ular Sanca Keling bisa mematahkan tulang-tulang lo dengan sekejap. Oleh karena itu, ular ini memang patut diwaspadai saat berada di alam bebas.

Jika lo melihat ular ini tengah melata di hutan, itu artinya ia sedang mencari mangsa untuk dimakan. Namun, kalau lo melihat ular ini tengah menggulung badannya di semak-semak, itu artinya Sanca Keling tersebut sudah selesai makan.

Sanca Keling ini bisa makan hanya dengan satu sampai tiga kali saja dalam seminggu. Sisa waktunya hanya digunakan untuk tidur setelah makan tersebut. Oleh karena itu, jangan sekali-kali lo menggangu Sanca Keling yang sedang tidur ya, bro.

Fierce Snake Atau Inland Taipan

Fierce Snake Atau Inland Taipan. credit photo: pinterest.co.uk

Sekali gigitan ular ini mampu mengeluarkan 44 - 110 mg yang racunnya mampu membunuh 110 orang manusia dewasa atau 250.000 tikus atau setara dengan dosis racun 50 kali ular jenis King Cobra.

Australian Brown Snake

Australian Brown Snake. credit photo: abc.net.au

Walau terbaca di Australia, namun nyatanya ular berbahaya ini juga ditemukan di Papua Nugini dan Indonesia. Saking bahayanya setiap gigitan ular ini mengeluarkan sekitar 2 - 10 mg racun yang artinya mampu membunuh sekitar 100 - 200 orang per gigitan.

King Brown Snake

King Brown Snake. credit photo: abc.net.au

Kalau ular yang satu ini, memang berasal dari Australia. Jadi, kalau lo tengah berada di negeri Kanguru tersebut, berhati-hatilah saat berpetualang dan bertemu ular ini. Ular paling berbisa urutan ketiga ini mampu menyuntikkan racun sampai 150 mg dengan sekali gigitan, yang mana dosisnya dapat membunuh 100 orang.

Saw Scaled Viper

Saw Scaled Viper. credit photo: wikipedia.com

Ular jenis ini sering ditemukan di Afrika, Sri Lanka, Pakistan dan India. Dalam satu kali gigitan ular ini mampu menyuntikkan racun antara 12 - 18 mg, dimana 5 mg mampu membunuh seorang manusia dewasa dalam waktu 12 - 24 jam setelah tergigit.

Many Banded Krait

Many Banded Krait. credit photo: flickr.com

Ular yang banyak dijumpai di kawasan Asia, seperti Taiwan, Tiongkok dan termasuk Indonesia ini mempunyai panjang 1 - 1,85 meter dan mampu menyuntikkan racun 4,6 - 19,4 mg per sekali gigitan. Gejala yang ditimbulkan apabila tergigit oleh ular ini yaitu terasa gatal dan mati rasa di daerah sekitar gigitan.

Tiger Snake

Tiger Snake. credit photo: perthzoo.wa.gov.au

Berasal dari Benua Australia bagian barat, gigitan ular ini dapat mengakibatkan kesemutan, mati rasa, dan berkeringat, kesulitan bernapas dan kelumpuhan. Beberapa laporan mengatakan bahwa tingkat kematian korban ular Tiger Snake ini mencapai 40 - 60%.

Black Mamba

Black Mamba. credit photo: change.org

Dengan warna yang hitam legam, ular ini dapat ditemukan di Benua Afrika. Kecepatan ular Black Mamba dapat mencapai 16 km/jam dan ketika menyuntikkan racun antara 100 - 120 mg per gigitan. Korban yang tergigit akan lumpuh dalam waktu 45 menit dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu 7 - 15 jam apabila tidak mendapat perawatan segera.

King Cobra

King Cobra. credit photo: scienceheathen.com

Berasal dari Indonesia, ular ini sudah melegenda popularitasnya. Seekor King Cobra dapat menyuntikkan racun antara 200 - 500 mg per gigitan yang cukup membunuh seekor gajah dalam waktu 1 jam.

Death Adder

Death Adder. credit photo: adlayasanimal.wordpress.com

Terdapat di Timur dan Selatan Australia, reaksi racun Death Adder sangat cepat dan dapat menyebabkan kematian jika dalam waktu 6 jam seseorang yang terkena gigitan tidak mendapat perawatan.

Mojave Rattlesnake

Mojave Rattlesnake. credit photo: flickr.com

Dikenal juga dengan nama ular derik, ular ini mempunyai panjang 100 - 138 cm dan dikenal karena kemampuannya mengeluarkan suara dari ekornya ketika merasa terancam.

 

 


Please login to comment
5 COMMENTS
Muhammad muhlis
March 29, 2018 at 2:01 PM

Terimakasih infonya bermanfaat banget bagi saya.


Muhammad muhlis
April 1, 2018 at 1:53 AM

Mantafffff


Muhammad muhlis
May 5, 2018 at 1:37 AM

Info yang sangat penting


Hengky kik
June 18, 2018 at 12:06 AM

Nambah ilmu tentang hewan nih


elisawise
June 25, 2018 at 10:58 AM

Saya rasa menarik, jawatan anda memberi saya perspektif baru! Saya telah membaca banyak artikel lain mengenai topik yang sama, tetapi artikel anda meyakinkan saya gmail login