Gland Pelengkung mimpi buruk para surfer, yang punya ombak terbesar kedua setelah Hawai.

Gland Pelengkung mimpi buruk para surfer, yang punya ombak terbesar kedua setelah Hawai. Ketika orang Jakarta masih tertidur, orang Banyuwangi sudah bangun. Ya, matahari terbit paling awal di Pulau Jawa adalah di Banyuwangi, maka tidak heran jika kabupaten tersebut dilabeli "Sunrise of Java". Banyuwangi memiliki banyak destinasi wisata alam yang memukau. Di sini terdapat tiga taman nasional terbesar di Pulau Jawa, Banyuwangi juga punya Pantai Plengkung atau turis asing menyebutnya sebagai Gland yang sangat populer di kalangan surfers internasional karena memiliki ombak terbesar kedua setelah Hawaii. Salah satu obyek wisata yang diburu turis mancanegara khususnya para peselancar adalah pantai Plengkung atau lebih dikenal dengan G-Land, Lokasinya terletak di dalam Taman Nasional Alas Purwo.

05032079

Gland atau Pantai Plengkung merupakan surga pencinta adrenaline, khususnya pesurfing pengejar ombak ombak besar. di Gland selain ombaknya yang bisa mencapai 5 sampai dengan 10 meter jika musimnya tepat, merupakan tempat favorite pesurfing. ketika saya di Gland dan memotret para pesurfing ini seringkali saya melihat kaki para pesurfing yang robek karena terkena papan seluncur yang tidak terkendali karena besarnya ombak disini. yang sangat berbahaya lainnya adalah tepian pantai yang terdiri dari karang karang yang besar dan tajam. sehingga para pesurfing yang ingin mencari ombak mereka akan diantar oleh speedboat menuju ketengah laut, lengah sedikit mereka akan tersapu ombak ke tepian pantai dan karang yang tajam sangat berbahaya bahkan mengancam jiwa.

05032091

Meskipun untuk harus memasuki Taman Nasional Alas Purwo dengan pohon-pohon lebatnya, ditambah kondisi jalan yang kurang bersahabat, namun nama Plengkung atau G-Land sangat terkenal di telinga para peselancar atau surfer mancanegara. Kenapa mancanegara? Ya, karena mereka lah yang membuat nama Plengkung menjadi tersohor ke telinga para peselancar. karena berbahaya dan tingginya ombak di Gland ini sudah banyak pesurfer profesional seperti Kelly Slater yang dating khusus dari Bali menggunakan helicopter kesini hanya untuk mencoba keganasan ombak Gland.

Untuk menikmati ombak di Gland ini juga tidak mudah, karena akses menuju ketempat ini sangatlah jauh dan masuk kedalam hutan di alas purwo. dengan menaiki mobil 4 wheel drive selama 3 jam barulah kita sampai ditepian pantai, menuju ke Gland atau pantai Plengkung ini membutuhkan perjuangan yang besar, Satu jam pertama, mobil masih melaju di jalan aspal nan mulus. Setelah itu mobil memasuki kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Usai melewati Pos Rowobendo, jalan aspal berubah menjadi jalan bertanah dan berbatu dan kadang penuh lubang. Guncangan mulai terasa ketika melewati Pos Pancur. Penumpang diayun-ayun, kiri-kanan, depan-belakang. Namun kami semua sudah menyadari, beginilah kondisi memasuki sebuah taman nasional. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam akhirnya kami tiba di Joyo's Surf Camp di Pantai Plengkung alias G-Land.

DSC_9006

Yang membuat ombak sangat besar di pantai Gland ini karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan berlokasi di timur Teluk Grajagan begitu digemari para peselancar dan kebanyakan berasal dari luar negeri. Pantai Plengkung merupakan surga bagi peselancar professional karena dikenal dengan pantai berombak besar. Ombak Plengkung berbentuk memanjang, tinggi, dan bergerak cepat. Ombak Pantai Plengkung juga membentuk tabung yang hampir sempurna sehingga menjadi favorit para pecinta olahraga selancar (surfing) dari Australia, Eropa, dan Amerika.

DSC_9013

Mereka yang bergerak di bisnis pariwisata Tanah Air patut berterima kasih kepada para peselancar luar negeri yang rela blusukan mendatangi lokasi-lokasi sulit di Nusantara demi mencari ombak tinggi, masih alami demi mememuaskan keinginan mereka "menunggang" ombak dengan papan sambil meliuk-liuk di atasnya. Di Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur, para peselancar ini bagai menemukan surga untuk berselancar. Bagi mereka, uang bukan masalah. Sepanjang keinginan menemukan ombak terpenuhi, tempat sesulit apa pun didatangi. Itulah kepuasan yang tidak terbayar oleh apapun.

DSC_8988

Sebagai taman nasional yang memiliki aturan ketat, Taman Nasional Alas Purwo menyewakan lahannya untuk tempat menginap bagi kepentingan para peselancar tadi. tamu yang menginap hampir seluruhnya adalah peselancar yang datang dari berbagai negara. "Tujuannya ya untuk surfing. Kebanyakan peselancar yang datang, tutur Ivan, berasal dari Bali. Mereka menuju G-Land menggunakan speed boat dari Kuta, Bali yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

DSC_8968

ombak di Plengkung ada berbagai tipe dari yang terkecil untuk pemula sampai profesional yakni "chickens", "speedies", "monkey trees" dan ombak terbesar disebut "kongs". "Bulan Juni-Juli dan November, itu ombak lagi besar-besarnya, bisa (setinggi) 4-6 meter. Para surfer banyak yang datang," kata Samuel, kapten boat yang kerap sibuk bolak-balik mengantar para tamu ke tengah laut. Setiap hari boat rata-rata menghabiskan 60 liter untuk bahan bakar. tetapi tidak usah khawatir bagi pesurfer pemula yang ingin belajar surfing, disini juga ada spot yang ombaknya tidak terlalu besar. sangat cocok untuk belajar sebelum menuju ke Gland yang punya ombak yang besar.

Banyak dari para Pesurfer asing yang saya tanya, kenapa mereka memilih Gland sebagai destinasi Surfing padahal lokasinya sangat terpencil dan susah dijangkau, dan mereka hanya menjawab simpel. Gland Plengkung punya ombak terbesar kedua setelah Hawaii. berani mencoba?

1 COMMENTS

SHARE
wow..keren yak