OCT 26, 2015

Butuh Tantangan? Sudah Coba Parangkusumo?


Kalau tidak salah, aktivitas Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo ini mulai dikenal karena muncul di sebuah social media. Sejak saat itu makin banyak orang yang jadi ingin mencoba juga. Apalagi untuk mencoba sandboarding ini saya tidak perlu pergi jauh – jauh ke Australia, Namimbia atau bahkan Mesir yang katanya punya padang pasir yang bisa digunakan untuk sandboarding. Karena sudah ada Gurun Sahara kecil Di Yogyakarta, yang juga dikenal dengan nama Gumuk Pasir Parangkusumo.

DSC04984

Dengan keberadaan Gumuk Pasir Parangkusumo ini, makin menguatkan kalau Yogyakarta ini adalah kota yang tidak melulu menjadi destinasi untuk belajar kebudayaan Jawa, atau berburu kuliner saja. Tantangan yang mendebarkan dan aktifitas memacu adrenalin juga bisa didapatkan ketika berlibur ke kota ini.

DSC05014

Di Yogyakarta kalian bisa mencoba menginap di Daerah Prawirotaman. Karena destinasi yang satu ini cukup dekat jika dikunjungi dari sini. Selain itu, kalian bisa juga merencanakan untuk mengunjungi destinasi yang masih belum terlalu terkenal seperti Candi Ijo, Museum Ullen Sentalu, dan tentunya Gumuk Pasir Parang Kusumo ini.

Menuju lokasi Gumuk Pasir Parangkusumo cukup mudah, bahkan untuk yang baru kenal dengan kota Yogyakarta sekalipun. Asal, kalian tahu bagaimana membaca peta dan benavigasi dengan menggunakan GPS. Petunjuk paling mudah adalah mengikuti Jalan Parangtritis. Kalau kalian menginap di Prawirotaman, tinggal keluar dari Jalan Prawirotaman, belok kiri lalu lurus saja terus hingga ketemu pintu gerbang kawasan wisata Pantai Parangtritis. Lokasi Gumuk Pasir Parangkusumo sendiri tidak jauh dari pintu gerbang tadi.

Kira – kira beberapa menit setelah melewati gerbang, akan terlihat jelas gundukan pasir yang berada di kanan jalan. Siapapun tidak akan menyangka kalau semudah ini menemukannya. Tetapi itulah adanya, Gumuk Pasir Parangkusumo yang terkenal sebagai salah satu tempat pacu adrenalin dan bermain sandboarding di dunia ini berada di tepi jalan, dan mudah sekali ditemukan.

Dari tempat parkir, terlihat jelas gundukan pasir yang tingginya kira - kira 5 meter, warnanya putih agak keabu - abuan, dan teksturnya mirip dengan pasir pantai. Hanya saja, ini lebih halus dan terasa sedikit hangat cenderung meskipun matahari sudah agak turun. Mungkin saja, panas matahari masih tersimpan pada butiran pasir halus ini. Namun tentunya itu tidak menyurutkan kalian untuk mencoba sandboarding disini kan?

DSC05104

Ada banyak operator yang menyewakan papan sandboarding untuk turis yang ingin merasakan sensasi pacu adrenalin disini. Coba saja bertanya pada hotel tempat kalian menginap untuk memesan satu papan seluncur yang akan digunakan. Harga sewanya sendiri adalah IDR 150.000 untuk satu papan sandboarding, dan bisa digunakan untuk sepuasnya sampai kecapekan.

DSC05115

Sementara tidak perlu membayar tiket untuk di Gumuk Pasir Parangkusumo, hanya perlu membayar retribusi masuk ke kawasan wisata Parang Tritis (Per orang IDR 3000), dan parkir sepeda motor atau mobil saja. Perlu dicatat, untuk yang jarang olahraga, 4-5 kali meluncur di pasir halus ini mungkin akan sedikit capek. Usahakan menjaga ritme, atau bisa juga satu papan sandboarding digunakan berdua secara bergantian.

DSC05121

Hindari datang ke Gumuk Pasir Parangkusumo ketika musim penghujan, karena dipastikan kondisi tanah akan menjadi basah, dan tidak layak untuk bermain sandboarding. Memang, hanya dalam kondisi pasir yang kering, papan seluncur bisa dipakai untuk berseluncur disini. Selain itu, faktor yang bisa membuat papan bisa meluncur adalah wax atau lapisan lilin yang dioleskan pada bagian bawah papan.

Di olesi semacam wax agar papan sand boarding bisa meluncur

Untuk pemula, mulailah meluncur dari gundukan pasir Parangkusumo yang tidak terlalu tinggi terlebih dahulu. Secara perlahan tapi pasti belajarlah untuk melatih keseimbangan. Karena, percaya atau tidak, dalam Sandboarding ini bagian paling sulit adalah menjaga keseimbangan ketika meluncur. Baru setelah terbiasa silahkan mencoba meluncur di gundukan pasir yang tinggi. Disini, gundukan yang rendah berkisar 1 meter, dan yang tertinggi bisa mencapai 3-4 Meter. Cukup asik untuk membuat adrenalin berdegup kencang.

DSC05112

Keberadaan Gumuk Pasir Parangkusumo di Yogyakarta ini bisa dibilang begitu unik. Bahkan bisa dibilang salah satu tempat pacu adrenalin terbaik di selatan Yogyakarta sejatinya mirip padang pasir mini di pesisir pantai Yogyakarta. Disebutkan kalau keberadaan Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan lokasinya yang berada di sepanjang muara Sungai Opak hingga Pantai Parangtritis memungkinkan terbentuknya gundukan pasir ini.

Ya, Gundukan pasir yang terkumpul adalah material abu vulkanik gunung yang terbawa oleh aliran Sungai Opak hingga akhirnya sampai ke Pantai Parangtritis. Abu vulkanik yang kecil dan ringan akan terbawa ke tepi pantai, yang ketika kering akan terbawa angin. Proses tadi terjadi secara terus menerus dalam waktu yang lama hingga membentuk gundukan pasir yang dikenal sebagai Gumuk Pasir Parangkusumo.

Namanya sendiri diambil dari Bahasa Jawa. Gumuk dalam bahasa jawa artinya adalah gundukan atau tumpukan, sementara Parangkusumo adalah nama tempat dimana gundukan pasir ini berada. Proses pembentukan gundukan pasir ini masih juga terus berjalan, sehingga bentuk, jumlah dan lokasi Gumuk Pasir sering berubah. Karena itu ada kemungkinan tempat untuk bermain sandboarding ini sudah berpindah lokasi akibat penumpukan pasir yang berubah - ubah.

Jadi, sudah siap untuk menantang diri dan memacu adrenalin di Gumuk Pasir Parangkusumo belum?

Tips Mengunjungi Gumuk Pasir Parangkusumo :

    Sandboarding lebih enak dilakukan sore hari, ketika menjelang senja. Terik matahari sudah berkurang, meski pasir masih cukup hangat. Pakai sepatu untuk melindungi kaki dari panasnya pasir kalau perlu. Bawa air minum yang banyak, minimal 1,5 liter lah. Karena meski sudah sore suasana masih panas. Akibat panas matahari masih tertahan oleh pasir. Meski terlihat menantang kalau langsung mencoba meluncur dari gundukan tertinggi, sebaiknya membiasakan diri dahulu di gundukan pasir yang lebih rendah.
DSC04998

Please login to comment
1 COMMENTS
Yayan Yuliansyah
January 19, 2018 at 8:55 AM

cakep gan !!!