Memotret Pegunungan Perkara Sepele? Pikir Lagi broo!

Memotret Pegunungan Perkara Sepele? Pikir Lagi broo! Salah satu objek Landscape yang menawan adalah foto keindahan pegunungan, sebagian besar fotografer memotret pegunungan ditempat yang sudah umum. misalnya seperti di Penanjakan di Gunung Bromo, yang memotret Gunung Bromo tidak bersusah payah lagi karena naik jeep. padahal banyak sekali lokasi memotret pegunungan yang eksotis kalau kita memotret saat melakukan pendakian. Memotret di gunung memiliki tantangan dibandingkan memotret di tempat-tempat lain seperti pantai yang tidak perlu lagi usaha trekking dan naik kepuncak gunung. para pendaki mempunyai tujuan utama menikmati keindahan alam selama pendakian, sedangkan fotografer terpecah fokusnya karena harus mendaki juga memotret.

6

Banyak sekali kendala dan cuaca dan keadaan alam yang berubah-ubah, waktu yang terbatas karena harus sampai dilokasi sebelum malam, sedangkan waktu mengambil foto membutuhkan waktu dan juga kesiapan fisik. karena saya untuk mendaki Rinjani saja membutuhkan waktu untuk latihan fisik selama 2 bulan dan itupun masih kurang, mendaki menuntut kita untuk lebih siap mengabadikan pemandangan dan momen-momen selama pendakian.

Mendaki gunung bukan masalah fisik dan stamina yang prima, tetapi kita juga harus menyiapkan mental yang juga prima. Mental disini sangat penting, bawalah teman teman yang sudah terbiasa mendaki gunung dan bisa memotivasi kita untuk tetap jalan terus. pengalaman saya ketika hampir menyerah mendaki gunung, beruntung saya dikelilingi teman teman yang punya pribadi positif sehingga terus disemangati untuk tetap jalan terus walau pelan pelan asal sampai. Mendaki dan memotret adalah kedua hal yang berbeda, yang saya rasakan ketika mendaki gunung tanpa memotret memang sangat nikmat. karena kita memang menikmati perjalanan kita sambil melihat pemandangan yang indah. tetapi beda soal ketika memotret di Gunung, kita membutuhkan mood yang baik dan mood yang baik itu tercipta ketika stamina kita sedang fit. memotret membutuhkan extra pikiran untuk memikirkan konsep dan komposisi. saran saya gunakanlah porter yang khusus membawa kamera anda agar stamina anda tetap terjaga dan selalu mood dalam memotret. 

Riset dan bertanya kepada teman yang sudah pernah memotret disana sangatlah penting, dan jika memungkinkan cobalah melihat-lihat terlebih dahulu foto-foto yang pernah diambil oleh fotografer-fotografer yang pernah berkunjung kesana. ketika mendaki gunung membawa kamera dan lensa secukupnya sangatlah penting, karena jika anda terlalu lelah membawa sebotol air mineralpun akan terasa sangat berat. hal ini yang saya lakukan ketika mendaki gunung Rinjani, saya banyak bertanya kepada teman teman fotografer yang sudah pernah mendaki disana. lensa apa saja yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. hasilnya saya membawa perlengkapan yang minim dan hasil yang maksimal.

ada istilah buat apa mendapatkan foto yang bagus kalau kita tidak selamat, biar bagaimanapun keselamatan diri sendiri lebih penting dari apapun. terlebih di Gunung kalau kita yang celaka karena asik memotret akan merepotkan partner perjalanan kita, jika kondisi tidak memungkinkan untuk memotret, ada baiknya tunda terlebih dahulu kamera ke dalam tas dan fokuslah pada pendakian. sebagus bagusnya hasil foto kalau kita tidak selamat ya buat apa. biarpun memotret penting, tetapi keselamatan sendiri jauh lebih penting.

7

2 COMMENTS

SHARE
betul, nice info gan
betul, nice info gan