JAN 9, 2018


Mengenal Lebih Dalam Sejarah Pura Ulun Bedugul, Bali

Selain keindahan akan panorama danau dan pura, kawasan Bedugul memiliki sejarah yang berpengaruh bagi budaya masyarakat bali saat ini. 


Bali memang selalu menjadi destinasi para petualang lokal maupun mancanegara melalui keindahan alam yang dipadukan dengan budaya masyarakat yang mayoritasnya beragama hindu. Seperti di kawasan Bedugul yang memiliki danau dan pura seakan menjadi pasangan yang pas disuguhkan untuk para petualang. Namun keindahan tersebut ternyata memiliki sejarah, bro! Khususnya di Pura Ulun Danu Beratan.

Mulai dari nama 'Bedugul' yang berasal dari kata 'bedug' dan 'kul-kul'yang memiliki arti dua buah alat yang menghasilkan bunyi bunyian. Dua alat ini merupakan dua alat yang digunakan oleh dua agama yaitu isla (bedug) dan Hindu (Kul-Kul). Dengan kata lain, kawasan ini merupakan paduan dari dua budaya yang berbeda.

Ilustrasi Pura Ulun Bedugul. Source

Pura Ulun Danu ini masuk dalam sejarah Babad Mengwi sama seperti dua peninggalan sejarah di kawasan Bedugul, yaitu Sarkopagus dan papan batu yang berasal dari zaman Megalitikum. Bisa dibilang kawasan ini cukup kuno dan tua, dan sudah melakukan ritual sejak kira-kira berasal dari tahun 500 SM. 

Saat raja Mengwi yaitu I Gusti Agung Putu mengalami kekalahan dalam perang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng. Dalam kekalahannya I Gusti Agung melakukan tapa semadi di puncak Gunung Mangu untuk memohon pencerahan dan kesaktian, setelah berkat tersebut didapatkan beliau bangkit dan mendirikan istana Belayu (bela ayu) dan kembali berperang melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng, dan berhasil dengan kemenangan, setelah kemenangan tersebut raja mendirikan pura di tepi danau Beratan dan sekarang bernama pura Ulun Danu.

Kawasan Bedugul memiliki 5 komplek pura dan satu stupa Budha yang menandakan berdirinya Pura Ulun Danu adalah hasil dari akulturasi budaya Hindu dengan Budha yang menjadi keselarasan harmoni antar umat beragama.

 Lima komplek pura tersebut diantaranya adalah; pura Penataran Agung  menjadi tempat pemujaan Tri Purusha Siwa yaitu Dewa Siwa, Sadha Siwa dan Parama Siwa, Pura Dalem Purwa sebagai stana Bhatari Durga dan Dewa Ludra, Pura Taman Beji sebagai tujuan upacara melasti dan memohon Tirta amertha, Pura Lingga Petak yang terletak di tengah danau sebagai sumber utama air dan kesuburan sebagai stana Dewi Sri dan Pura Prajapati sebagai stana Dewi durga.

Hingga saat ini upacara keagamaan terbesar dilakukan saat odalan atau pujawali pada hari selasa kliwon wuku julugwangi (setiap 6 bulan sekali dalam kalender Bali). Itulah tad sejarah terbentuknya Pura Ulun Danu yang menjadi incaran para petualang. Penasaran? Langsung saja masukkan spot ini kedalam bucketlist lo!

 

Featured Image

Sumber

Please login to comment
8 COMMENTS
Endang P
January 9, 2018 at 8:05 AM

makin tau saya


Yayan Yuliansyah
January 11, 2018 at 7:55 AM

nice share


Endang P
January 11, 2018 at 8:27 AM

emang keren dsini


yogo purwanto
January 11, 2018 at 8:27 AM

bali mang keren


yogo purwanto
January 15, 2018 at 9:05 AM

pulau yg indah


Endang P
January 16, 2018 at 9:34 AM

keren


Endang P
January 17, 2018 at 8:12 AM

indah ya bali


yogo purwanto
January 17, 2018 at 8:14 AM

nice



LOCATION