AUG 9, 2017

Kota Takengon, Dari Scuba Diving Sampai Kopi


 

Aceh Tengah terkenal salah satunya dengan komoditas kopinya. Hampir sebagian besar Coffee Shop yang bertebaran di kota besar Indonesia pasti menyediakan kopi yang didatangkan dari berbagai perkebunan yang tersebar di kawasan Gayo, Aceh Tengah.

 

Via sengpaku.blogspot.com

Begitu juga saat menjejak di Kota Takengon, soal kopi gayo ini langsung terlintas di kepala gue. Biji kopi dari tanah rencong ini memiliki cita rasa khas yang pernah mendapat gelar kopi nomor satu dunia.

 

Kota yang berada di dataran tinggi ini memiliki suhu udara yang dingin. Terlebih di malam hari hingga mentari pagi menyingsing. Bahkan, kabut yang setiap pagi menyelimuti, menjadikan kota ini disebut pula sebagai ‘Kota Di Atas Awan’. Jadi, jangan lupa membawa jaket jika ingin berkunjung ke tempat ini.

 

Untuk tiba di Takengon, Ibu Kota Aceh Tengah, ada banyak pilihan transportasi. Penerbangan dari Jakarta ke Banda Aceh, lalu dilanjutkan dengan Bus dari Banda Aceh ke Takengon sekitar 6 jam. Atau pesawat Jakarta ke Medan, disambung jalan darat sekitar 12 Jam dengan Bus ke Takengon.

 

Via ukieara.blogspot.co.id

Untuk menyingkat waktu, bisa membeli tiket penerbangan dengan pesawat kecil dari dari Kualanamu, Medan ke Bandara Rembele, Takengon. Menggunakan pesawat ATR 72 seri 500/600 dari Wings Air. Jadwal penerbangan dengan waktu 1 jam dari Medan ini berangkat setiap hari pada pukul 08.00 WIB.

 

Begitu tiba di Takengon, ada banyak pilihan hotel dengan harga bersaing. Karena suhu udara yang dinggin, jadi lo gak perlu memilih kamar berpendingin udara.Selain kaya akan kopi, dataran tinggi Gayo ternyata menyimpan banyak lokasi wisata yang patut untuk dikunjungi.

 

Danau Laut Tawar menjadi tempat tujuan utama pelancong Bro. Karena luas, danau ini disebut laut namun berair tawar. Nah, di sekitar tempat ini, kalian bisa mengunjungi beragam titik wisata alam dan kuliner.

 

Di antaranya Pantan Terong, di lokasi ini kita bisa menikmati pemandangan Danau Laut Tawar dan Kota Takengon dari ketinggian. Ada baiknya untuk mendatangi tempat ini saat matahari terbit agar dapat melihat keindahan dramatis alam Kota Di Atas Awan.

 

Bagi pecinta adrenalin, selain bisa melakukan scuba divingmelihat peninggalan bersejarah masa peperangan dengan penjajah. Beberapa gua yang terletak disekitar perbukitan juga bisa dikunjungi. Misalnya Gua Putri Pukes, Gua Loyang Koro dan Gua Loyang Mendele. Beberapa peninggalan pra sejarah juga masih ditemukan di beberapa Gua. Tak hanya perkakas, peneliti juga menemukan sejumlah kerangka manusia. Beberapa diantaranya masih bisa dilihat langsung, Bro!

 

Via hendy-bandaaceh.blogspot.co.id

Memanfaatkan aliran sungai yang berhulu di Danau Laut Tawar, kita juga bisa melakukan arung jeram. Satu olahraga yang mungkin tidak dapat ditemui di tempat lain adalah olahraga pacuan kuda yang menurut tutur warga sekitar sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Pacu kuda dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam setahun, agenda terdekat akan dilaksanakan bulan ini untuk menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

 Featured Image : sengpaku.blogspot.co.id

Artikel oleh Edwin Yusman F.

Please login to comment
NO COMMENT YET, BE THE FIRST!